Plot Bubuk Mesiu - Informasi Kejahatan

John Williams 02-10-2023
John Williams

"Ingat, ingatlah tanggal 5 November.

Bubuk Mesiu, Pengkhianatan, dan Plot.

Saya tidak melihat alasan mengapa Pengkhianatan Bubuk Mesiu

Jangan pernah dilupakan."

Lihat juga: H.H. Holmes - Informasi Kejahatan

Tanggal 5 November 1605 akan selalu menjadi salah satu tanggal yang paling dikenang dalam sejarah Inggris, karena pada tanggal tersebut Raja James I dari Inggris hampir dibunuh.

Guy Fawkes adalah seorang penganut agama Katolik yang terkenal, dan merupakan tokoh utama di balik Plot Mesiu. Dia mulai mengorganisir rencana tersebut dengan sesama konspirator, Robert Catesby, setelah Raja James I mengambil alih takhta pada tahun 1603. Sebelum Raja James berkuasa, negara ini sebagian besar berada di bawah kepemimpinan orang-orang yang mempraktikkan agama Protestan dan tidak toleran terhadap mereka yang berasal dari agama Katolik.Umat Katolik merasa kurang terwakili, diperlakukan tidak adil, dan dilecehkan, tetapi mereka memiliki harapan bahwa segala sesuatunya akan membaik di bawah Raja yang baru, tetapi justru semakin memburuk.

Lihat juga: D.B. Cooper - Informasi Kejahatan

Raja James menciptakan perintah yang menuntut semua imam Katolik meninggalkan Inggris. Mereka yang mempraktikkan agama tersebut dianiaya, dan sekelompok kecil dari mereka berkumpul dan menyusun rencana untuk membunuh Raja. Fawkes dan Catesby memimpin kelompok tersebut dengan merancang rencana untuk menempatkan dinamit di bawah Gedung Parlemen dan meledakkannya saat sesi yang akan dihadiri oleh Raja dan banyak pejabat tinggi.Para pemimpin Protestan pada masa itu.

Fawkes menyiapkan dinamit, dan semuanya tampak berjalan sesuai rencana sampai sekelompok penjaga melakukan pemeriksaan tak terduga ke ruang bawah tanah tempat bahan peledak telah disiapkan. Para penjaga menahan Fawkes, dan rencana tersebut berhasil digagalkan. Selama berada di penjara, Fawkes disiksa hingga akhirnya ia memberikan nama-nama anggota kelompoknya yang lain. Mereka semua dikumpulkan dan dibunuh.Beberapa digantung, termasuk Fawkes, kemudian digambar dan dipotong-potong.

Pada malam ketika Raja James I seharusnya terbunuh, ia memerintahkan api unggun besar untuk merayakan kelangsungan hidupnya. Di atas api unggun tersebut terdapat patung Guy Fawkes. Hal ini menjadi tradisi tahunan, dan hingga hari ini 5 November diperingati dengan pertunjukan kembang api dan api unggun. Sajak anak-anak yang sederhana juga dibuat untuk memastikan bahwa kisah plot ini akan diwariskan dari generasi ke generasidari generasi ke generasi.

John Williams

John Williams adalah seorang seniman berpengalaman, penulis, dan pendidik seni. Ia memperoleh gelar Bachelor of Fine Arts dari Pratt Institute di New York City dan kemudian mengejar gelar Master of Fine Arts di Universitas Yale. Selama lebih dari satu dekade, dia telah mengajar seni kepada siswa dari segala usia di berbagai lingkungan pendidikan. Williams telah memamerkan karya seninya di galeri di seluruh Amerika Serikat dan telah menerima beberapa penghargaan dan hibah untuk karya kreatifnya. Selain pengejaran artistiknya, Williams juga menulis tentang topik yang berhubungan dengan seni dan mengajar lokakarya tentang sejarah dan teori seni. Dia bersemangat mendorong orang lain untuk mengekspresikan diri melalui seni dan percaya bahwa setiap orang memiliki kapasitas untuk kreativitas.